Pendekatanekologi adalah suatu metode analisis yang menekankan pada hubungan antara manusia dan kegiatan lingkungannya, sehingga manusia dan berbagai kegiatannya selalu menjadi fokus analisis dalam keterkaitannya dengan lingkungan abiotik, biotik, maupun sosial, ekonomi dan kulturalnya. Manusia dalam hal ini tidak boleh diartikan sebagai sudutdan ruang diskusi tentang bumi dan alam semesta. Tuesday, April 21, 2020. Pendekatan geografi Pendekatan Geografi. Kenalan dengan geografi melalui pendekatanya, yaitu: 1. Keruangan (spasial) 2. Pendekatan lingkungan (ekologi) 3. Pendekatan kompleks wilayah (regional). 1. Keruangan (spasial) Pendekatan keruangan (s pacial Yangtermasuk gejala geografi yang berkaitan dengan fenomena atmosfer adalah . a. 1, 2 dan 3 4. 2, 4 dan 5 b. 2, 4 dan 6 e. 4, 5 dan 6 c. 1, 3 dan 5. 4. Di bawah ini adalah salah satu usaha penduduk untuk mengurangi tingkat erosi di daerah miring/lereng gunung . a. Selainitu, pendekatan geografi dapat berfokus pada suaty perilaku organisme dan juga perubahan fenomena lingkungan yang terjadi dengan mandiri tanpa keterkaitan. Contoh pendekatan ekologi dapat dilihat pada fenomena banjir di sebuah tempat atau wilayah . Untukmengungkap persoalan kepala sekolah yang tidak disiplin peneliti perlu mencari data berkenaan dengan pengalamannya pada masa lalu, sekarang, lingkungan yang membentuknya, dan kaitan variabel-variabel yang berkenaan dengan kasusnya. Data diperoleh dari berbagai sumber seperti rekan kerjanya, guru, bahkan juga dari dirinya. Pengertiandan Contoh Fenomena Geosfer dalam Kehidupan Sehari-hari. Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi. Fenomena geosfer merupakan fenomena alam yang bisa dipelajari dengan ilmu Geografi. Fenomena ini dapat mempengaruhi keberlangsungan makhluk hidup di bumi . - Geografi merupakan salah satu bidang ilmu yang memiliki sejarah panjang di peradaban manusia. Telah dipelajari sejak abad-abad sebelum masehi oleh para pemikir Yunani kuno, geografi tumbuh menjadi ilmu yang semakin kompleks dari masa ke masa hingga mencakup objek kajian luas pada era sejarah perkembangannya, geografi tumbuh menjadi ilmu empiris sekaligus terapan yang membawa resonansi luas. Ketika masih terbatas pada kajian letak lokasi dan batas wilayah, ilmu geografi telah menjelma sebagai kajian dengan basis data faktual yang akurat, dan menghasilkan produk akhir yang memberi banyak manfaat bagi manusia, yakni awalnya ia dikembangkan untuk keperluan inventarisasi data wilayah, geografi memberi banyak pengetahuan soal permukaan bumi, sesuatu yang sangat penting bagi peradaban manusia. Di sisi lain, sebagai imbas dari kajian permukaan bumi, geografi juga berkembang menjadi bidang ilmu yang memakai metode komparasi guna memahami perbandingan antarwilayah. John A. Matthews dan David T. Herbert dalam buku mereka, Geography A Very Short Introduction 2008106 menjelaskan karakteristik khas dari geografi tersebut mengantarkan ilmu ini menjadi sumber pengetahuan untuk pengelolaan ruang, wilayah, dan bentang alam, iklim, biota, dan kondisi tanah, yang merupakan salah satu bagian dalam ilmu geografi, tidak hanya menyediakan pemahaman ilmiah akan perubahan lingkungan dan efek aktivitas manusia di suatu wilayah. Lebih luas lagi, ia memberikan basis bagi lahirnya ilmu terapan yang membantu manusia dalam kegiatan eksploitasi maupun konservasi sumber daya alam. Sebagai contoh, kembali menukil penjelasan Matthews dan Herbert 2018, pemanfaatan metode survei lahan di Inggris menunjukkan sumbangan besar para ahli geografi terhadap perkembangan awal kebijakan perencanaan wilayah di kota maupun desa. Hal yang sama membantu pemerintah kolonial lebih cepat mengeksploitasi sumber daya alam di berbagai negara jajahan pada masa saat imperialisme mendunia. Tradisi eksplorasi alam yang melekat dalam ilmu geografi membuat para ahli bidang ini geograf berperan sebagai 'guru' yang memberi tahu banyak orang mengenai sifat dan tatanan lingkungan tempat mereka tinggal. Sifat dan tatanan itu tidak hanya berkaitan dengan kondisi alam melainkan juga budaya manusianya. Bisa diambil kesimpulan, sebagai ilmu yang mengkaji berbagai faktor yang kompleks terkait suatu tempat di permukaan bumi, kajian geografi bisa mencakup 2 unsur sekaligus aspek fisik alam dan aspek sosial manusia. Mengutip artikel bertajuk "Geografi dalam Perspektif Filsafat Ilmu" dalam jurnal Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No. 1, 2019, keberadaan 2 aspek tadi menuntut kajian geografi menyediakan analisis sintesis yang komprehensif mengenai suatu fenomena itu, masih merujuk ulasan yang sama, kajian geografi perlu menggunakan tiga pendekatan utama. Adapun ketiganya adalah Pendekatan Keruangan, Pendekatan Kelingkungan Ekologis, dan Pendekatan Kompleks Wilayah. Tiga pendekatan di atas menjadi ciri khas geografi yang tidak terdapat dalam ilmu lain. Lalu, apa yang dimaksud dengan Pendekatan Kompleks Wilayah, Pendekatan Keruangan, dan Pendekatan Ekologis dalam ilmu geografi?Pengertian Pendekatan Kompleks Wilayah, Keruangan, & Ekologis Ketika ilmu pengetahuan memasuki abad modern, berkembang arus pemahaman bahwa geografi perlu menyediakan kajian yang komprehensif mengenai permukaan bumi. Maka, lahirlah apa yang disebut geografi terpadu Integrated Geography. Dalam penerapan geografi terpadu, peran dari 3 pendekatan di atas menjadi penting. Menurut Matthews dan Herbert 2018 82-83, istilah 'geografi terpadu' muncul ketika kebutuhan agar bidang studi ini mencakup aspek fisik sekaligus aspek manusia sosial semakin besar. Sebab, ada banyak penelitian tentang kewilayahan yang memerlukan kombinasi antara kajian aspek fisik dan contohnya, penelitian mengenai dampak eksplorasi sumber daya alam, bencana, hingga perubahan lingkungan tidak dapat hanya berkutat pada aspek fisik kondisi alam, melainkan juga musti memperhatikan unsur peran manusianya. Cakupan kajian dalam 'geografi terpadu' tersebut tidak hanya memperluas objek kajian dalam ilmu ini. Ia pun memperbanyak jenis pendekatan dalam geografi. Manfaat dari perkembangan ini adalah geografi terus mampu menjawab berbagai isu mutakhir sekaligus menjembatani disiplin sains dan ilmu-ilmu sosial. Sebagaimana dikutip dari Modul Geografi 2020 terbitan Kemdikbud serta sejumlah sumber yang lain, berikut penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan pendekatan Keruangan, Pendekatan Ekologi dan Pendekatan Kompleks Wilayah. 1. Pengertian Pendekatan KeruanganPendekatan Keruangan adalah pendekatan dalam bidang geografi yang menganalisis gejala-gejala atau fenomena geografis berdasarkan penyebarannya dalam pendekatan keruangan berfokus kepada analisa sintesis tentang variasi perbedaan lokasi di permukaan bumi, dan faktor-faktor dominan yang memengaruhi perbedaan tersebut. Titik berat pendekatan ini terletak di aspek terkait ruang. Adapun ruang merupakan keseluruhan ataupun sebagian dari permukaan bumi yang menjadi tempat hidup tumbuhan, hewan, dan juga manusia. Kondisi ruang itu kemudian dikaji dari segi perbedaan lokasi, sifat, struktur, pola, serta proses perkembangannya. Perbedaan lokasi dan sifat ruang berhubungan dengan kedudukan suatu wilayah. Sedangkan aspek struktur keruangan terkait dengan elemen pembentuk ruang, yakni titik, garis, dan area. Sementara pola keruangan menunjukkan distribusi tiga elemen di atas. Distribusi elemen-elemen itu bisa membentuk pola memanjang, radial, dan lain sebagainya. Jika elemen-elemen itu berubah maka berarti terjadi proses menggunakan pendekatan keruangan, ahli geografi akan berusaha mencari faktor-faktor yang menentukan pola penyebaran gejala alam. Tujuan memahami faktor-faktor itu adalah menemukan cara untuk mengubah pola sehingga bisa menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi kehidupan. Oleh karena itu, analisis dengan pendekatan keruangan tertuju pada perbedaan karakteristik suatu wilayah, baik yang menyangkut kondisi alam maupun Pengertian Pendekatan Ekologis KelingkunganDisebut juga dengan istilah Pendekatan Kelingkungan, Pendekatan Ekologis adalah pendekatan di kajian geografi yang menganalisis keterkaitan antara fenomena geosfer tertentu dengan variabel lingkungan yang kajian dalam pendekatan ekologis terletak pada interaksi antara manusia dengan lingkungan alam. Itulah kenapa, dipakai istilah pendekatan ekologis. Sebab, istilah ekologis merujuk kepada ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme hidup dan lingkungannya. Dalam kaca mata ilmu geografi, lingkungan mencakup dua aspek, yakni perilaku organisme serta fenomena alam. Sisi perilaku manusia itu menyentuh unsur perkembangan gagasan dan kesadaran lingkungan. Pengamatan terhadap interelasi keduanya menjadi ciri khas pendekatan ekologis. Analisis dalam kajian yang menggunakan pendekatan ekologis bisa diarahkan untuk menjawab 6 pertanyaan khas dalam geografi, yakni 5W + 1H. Keenam pertanyaan geografi itu adalah sebagai berikut What apa untuk mengetahui jenis fenomena alam yang terjadi When kapan untuk mengetahui waktu terjadinya fenomena alam Where di mana untuk mengetahui tempat fenomena alam berlangsung Why mengapa untuk mengetahui penyebab terjadinya fenomena alam Who siapa untuk mengetahui pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena alam. How bagaimana untuk mengetahui proses terjadinya fenomena alam. 3. Pengertian Pendekatan Kompleks Wilayah Pendekatan kompleks wilayah adalah perpaduan dari pendekatan keruangan dan ekologis. Dalam pendekatan kompleks wilayah, analisis tertuju pada kajian komprehensif terhadap suatu wilayah yang meliputi aspek fisik dan aspek sosial manusia.Analisis dalam pendekatan ini menitikberatkan pada areal differentiation. Maksud dari istilah areal differentiation adalah adanya perbedaan karakteristik tiap-tiap wilayah. Perbedaan karakteristik itu mendorong suatu wilayah berinteraksi dengan wilayah lain. Proses yang dikenal sebagai "interaksi antar-ruang" itu terjadi seiring dengan adanya permintaan kebutuhan dan penawaran ketersediaan. Contoh Pendekatan Kompleks Wilayah, Keruangan, serta Ekologis Untuk lebih memahami 3 pendekatan geografi di atas, perlu untuk melihat bagaimana contoh dari penggunaan ketiganya dalam analisis di bidang ini. Sesungguhnya, ada banyak contoh objek kajian geografi dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dianalisis dengan pendekatan keruangan, ekologis maupun kompleks wilayah. Contoh-contoh di bawah ini merupakan gambaran sederhana tentang penggunaan tiga pendekatan geografi itu untuk menganalisis berbagai fenomena geosfer dalam kehidupan. 1. Contoh Pendekatan KeruanganDalam pendekatan keruangan, terdapat 2 fokus analisis. Pertama, penyebaran penggunaan ruang yang telah ada. Kedua, penyebaran ruang yang akan dipakai untuk berbagai kegunaan yang sudah direncanakan. Pendekatan keruangan dapat digunakan untuk menganalisis fenomena alam yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu yang bisa dianalisis adalah bencana alam. Contohnya mengapa Pulau Sumatra dan Pulau Jawa mempunyai indeks risiko gempa bumi sangat tinggi dibandingkan dengan Pulau Kalimantan. Analisis dengan pendekatan keruangan akan menunjukkan faktor-faktor dominan yang memberi pengaruh besar terhadap perbedaan risiko gempa bumi di 3 pulau tersebut. Faktor penyebab perbedaan risiko gempa itu bisa dari kondisi geologis yang berbeda antara Pulau Sumatra dan Jawa dengan Pulau Kalimantan. Faktor risiko gempa lainnya, bisa juga dipengaruhi oleh kepadatan bangunan dan populasi di tiga pulau itu yang tidak sama. 2. Contoh Pendekatan EkologisContoh pendekatan ekologis bisa diterapkan untuk menganalisis fenomena bencana banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Indonesia saban musim hujan datang. Banjir rutin biasanya terjadi di Jakarta, kawasan pantura Jawa, sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatra serta masih banyak lagi. Untuk menganalisis fenomena bencana banjir di suatu wilayah, implementasi pendekatan ekologis bisa bermula dengan pengumpulan data sebagai berikut Kondisi fisik yang memicu banjir, seperti jenis tanah, topografi, vegetasi di lokasi bencana. Sikap dan perilaku masyarakat dalam mengelola lingkungan alam di lokasi tersebut. Kegiatan budi daya yang ada kaitannya dengan alih fungsi lahan. Hubungan antara budi daya dan dampak yang ditimbulkannya hingga menyebabkan banjir. Hasil analisis terhadap data-data di atas kemudian digunakan untuk menemukan solusi pemecahan masalah, yakni mencegah bencana banjir Contoh Pendekatan Kompleks WilayahAnalisis dengan pendekatan kompleks wilayah bisa diterapkan dalam perancangan/perencanaan kawasan permukiman. Sebagai contoh, pendekatan kompleks wilayah bisa dipakai untuk analisis terhadap kelayakan wilayah di Pulau Kalimantan untuk lokasi transmigrasi. Ada dua langkah yang bisa dilakukan dalam analisis dengan pendekatan kompleks wilayah melakukan identifikasi wilayah potensial di Pulau Kalimantan yang memenuhi persyaratan minimum untuk menjadi wilayah permukiman baru bagi transmigran. Syarat minimum itu seperti kesuburan tanah, tingkat kemiringan lereng, kondisi sumber air, dan lain sebagainya. Kedua, melakukan identifikasi aksesibilitas wilayah. Dari hasil identifikasi ini dirumuskan rancangan untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam pengembangan kawasan transmigrasi pendekatan kompleks wilayah yang lainnya adalah analisis soal bencana banjir di kawasan DKI Jakarta. Dengan pendekatan kompleksitas wilayah, kajian soal banjir Jakarta bisa dilakukan dengan pengumpulan data sebagai berikut Peta kawasan di Jakarta yang sering dilanda banjir saat musim hujan Kondisi geologis dan topografi wilayah-wilayah yang kerap dilanda banjir Tingkat kepadatan bangunan dan penduduk di lokasi rawan banjir Aktivitas manusia yang memicu banjir alih fungsi lahan, pembuangan sampah ke sungai Kualitas sistem sanitasi atau saluran air di wilayah rawan banjir dan sekitarnya Keterkaitan banjir Jakarta dengan kondisi di kawasan hulu, seperti Bogor Tingkat rata-rata curah hujan di Jakarta dan area hulu saat terjadi banjir Alih fungsi lahan dan pengurangan vegetasi di kawasan hulu. Dari analisis terhadap hasil pendataan di atas, kemudian bisa disimpulkan kompleksitas penyebab banjir di Jakarta. Dari hasil analisis itu, lalu bisa diketahui pula tingkat risiko banjir di Jakarta. Lebih penting lagi, analisis itu musti berujung pada perumusan konsep perencanaan wilayah yang berfungsi untuk mengurangi risiko banjir dan mencegah bencana ini terus berulang saban tahun di juga Eksploitasi Alam Sejak Masa Kolonial Penyebab Banjir di Lebak Penyebab Banjir Kalsel Menurut Analisis LAPAN, Aktivis, dan KLHK - Pendidikan Penulis Addi M IdhomEditor Yantina Debora Pada dasarnya geografi adalah ilmu yang mengkaji tentang kebumian dari mulai lapisan atmosfer, permukaan bumi, hingga bagian dalam mantel bumi. Keilmuan geografi terbagi menjadi beberapa cabang yaitu litosfer untuk tema batuan, antroposfer untuk kajian manusia, atmosfer untuk pelajaran tentang langit bumi, hidrologi yang mengkaji perairan, oceanografi yang mengkaji lautan, dan masih banyak lagi jika dideskripsikan. Pembelajaran geografi mengacu pada 3 pendekatan penting. Pendekatan geografi yaitu keruangan, ekologi, dan kewilayahan. Semua pendekatan tersebut digunakan untuk mempelajari ilmu geografi. Pendekatan pada objek studi geografi mengandung arti sudut pandang untuk mengkaji permasalahan terkait kebumian dalam menganalisis dan menyajikan dalam bentuk peta. Penggunaan pendekatan geografi dimulai berdasarkan ilmu hidrologi, pedologi, dan klimatologi. Ketiga kajian ilmu tersebut apabila dijabarkan akan bertemu analisis 5W+1H dalam penerapannya. Untuk mengetahui macam-macam pendekatan geografi dapat dilihat pada ulasan di bawah ini. Macam Pendekatan Geografi Mempelajari sub bab pendekatan geografi erat kaitannya dengan keruangan, ekologi, dan wilayah. Prinsip geografi muncul karena pada saat menilai objek kebumian terdapat bagian-bagian yang disinyalir merupakan kompetensi keruangan. Komponen dalam pengertian biotik dan definisi abiotik termasuk dalam ekologi. Ketiga, kewilayahan mencakup pemetaan. Penjelasan berbagai klasifikasi pendekatan geografi dapat disimiak pada pembasahan berikut. Keruangan Pendekatan Geografi Kerungan Aspek keruangan dimulai dari kondisi alam, faktor lokasi, dan sosial budaya. Tujuan dari berlakunya pendekatan keruangan mengacu pada distribusi/persebaran, interelasi, dan distribusi. Hal ini mengingat relevansi geografi dengan sains dan masyarakat muncul dari sekumpulan perspektif yang berbeda dan terintegrasi yang digunakan para ahli geografi untuk melihat dunia di sekitar mereka. Contoh Pendekatan Geografi Kerungan Untuk contoh dalam pendekatan geografi keruangan ini misalnya saja; Peta Topografi Pada peta topografi berisi tentang ketinggian suatu tempat. Di dalam peta topografi terdapat kontur yang digunakan sebagai gambaran visual dari ketinggian. Peta yang hanya menampilkan gambaran umum disebut sebagai peta dasar. Peta dasar tidak dapat dibaca secara menyeluruh karena hanya menampilkan pokok inti dari penyajian peta tersebut. Maka dari itu pendekatan keruangan diperlukan disini. Penambahan beberapa unsur peta yang pertama adalah kondisi alam. Dari peta topografi tersebut diperlukan simbol-simbol yang menunjukkan gambaran permukaan bumi. Pada definisi peta topografi tetap akan ditampilkan simbol danau, sungai, hutan, dan lain-lain. Kedua, tampilan yang menjadi ciri peta topografi memerlukan faktor lokasi. Faktor lokasi paling sederhana dengan cara menambahkan kondisi administrasi pada peta tersebut. Kondisi administrasi paling utama dengan mencantumkan judul peta. Misal peta topografi wilayah Kota Surakarta, peta penggunaan lahan Kabupaten Bantul, Peta Persebaran Tambang Minyak Pulau Jawa, dan lain sebagainya. Lokasi administrasi tetap akan “buta” apabila tidak dilengkapi dengan jalan dan batas administrasi. Jalan menggambarkan aksesbilitas lokasi, sedangkan batas administrasi menggambarkan sudut-sudut ruang geografi. Permukiman Penduduk Faktor sosial budaya mempengaruhi prinsip keruangan. Sosial budaya erat kaitannya dengan permukiman. Analisis permukiman digunakan untuk mengkaji persebaran penduduk. Sebagai contoh pada wilayah dan perwilayahan perkotaan persebaran penduduknya memusat, wilayah pedesaan persebaran penduduknya menyebar, wilayah bantaran sungai persebaran penduduk Indonesia yang memanjang mengikuti daerah aliran sungai, dan lain sebagainya. Ekologi Pendekatan Geografi Ekologi Penggunaan pendekatan ekologi mengacu pada hubungan interaksi organisme dengan lingkungan. Hal ini erat kaitannya dengan ilmu biologi. Karena dalam hal ini dasar ilmunya adalah geografi maka penggunaan pendekatan ekologi yang dimaksud adalah pembahasan bioma. Pengertian bioma merupakan suatu kumpulan ekosistem besar yang saling berhubungan satu sama lain. Contoh Pendekatan Geografi Ekologi Adapun untuk contoh pendekatan ekologi dalam ilmu geografi ini. Misalnya saja; Bioma gurun Pada arti bioma gurun ditemukan tanaman dengan batang tebal dan binatang yang memiliki kantung berupa cadangan makanan. Fungsi batang tebal pada tanaman kaktus flora khas daerah gurun memiliki kesamaan fungsi dengan punuk pada binatang onta, yaitu sama-sama berguna untuk cadangan makanan selama berhari-hari. Bioma gurun tidak ditemukan pohon-pohon besar maupun hutan. Hal ini dikarenakan pada bioma gurun mengalami curah hujan yang sangat sedikit yaitu kurang dari 25 mm per tahun. Definisi curah hujan yang sangat sedikit tersebut menjadikan wilayah bioma padang gurun memiliki kelembaban yang minim sehingga evaporasi akan sangat kuat. Tingginya evaporasi mengundang fenomena kurangnya kandungan air dalam tanah sehingga tanah menjadi tidak subur. Di daerah kutub juga tidak ditemukan poho-pohon besar. Daerah kutub merupakan kawasan dingin yang diselimuti oleh es. Kawasan kutub memiliki jarak yang jauh dari garis khatulistiwa garis ekuator. Maka dari itu kawasan tersebut memiliki kondisi siang hari atau malam hari yang sangat lama, sehingga tumbuhan tidak akan tumbuh secara normal. Wilayah Pendekatan Geografi Wilayah Pendekatan wilayah sering disebut sebagai analisis regional. Definisi pendekatan wilayah adalah gabungan permukaan bumi dengan lingkungan. Secara garis besar pengertian pendekatan wilayah adalah hubungan antara pendekatan keruangan dengan pendekatan ekologi. Pendekatan wilayah menggunakan prinsip geografi yang disebut sebagai diferensiasi areal. Diferensiasi areal menyebabkan interaksi antara suatu wilayah dengan wilayah lain. Kewilayahan ini nantinya dipelajari dalam disiplin ilmu kartografi. Kartografi adalah ilmu yang mempelajari tentang peta. Seorang pembuat peta dinamakan sebagai kartograf. Kartograf memperhatikan penggunaan keruangan dan ekologi dari segi kewilayahan agar acuan penyusunan peta dapat dilakukan dengan maksimal. Contoh Pendekatan Geografi Wilayah Sedangkan untuk contoh pendekatan geografi wilayah. Antara lain; Fenomena pendekatan wilayah dan perwilayahan Sebagai contoh dalam fenomena pendekatan wilayah dan perwilayahan terdapat karakteristik daerah tertentu. Karakteristik tersebut merupakan unsur utama dalam melakukan suatu pembangunan. Daerah bantaran arti sungai menyebabkan permukiman menjadi memanjang, daerah pegunungan menyebabkan kondisi pertanian dibuat dalam bentuk terasering dengan tujuan menahan tanah longsor, dan lain sebagainya. Pemukiman Penduduk di Jawa Contoh lain adalah permukiman penduduk yang berada di utara Pulau Jawa. Pembangunan rumah di kawasan tersebut diperlukan peninggian pondasi. Pondasi rumah yang tinggi dapat mencegah terkena banjir rob. Banjir rob terjadi apabila air laut memiliki ketinggian yang melebihi daratan. Manfaat Pendekatan Geografi Wilayah Kajian dalam pengertian fenomena geosfer merupakan dasar dari pendektan kewilayahan. Metode pendekatan wilayah dapat digunakan untuk menganalisis banjir yang selalu terjadi di Jakarta setiap tahun. Hal ini disebabkan karena Jakarta dikelilingi oleh Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Ketiga Kabupaten tersebut dialiri oleh sungai besar. Jika daerah hulu sungai terjadi hujan besar maka yang terkena dampaknya adalah hilir sungai yang berada di Jakarta. Fenomena ini didukung oleh drainase di kawasan hilir tepatnya di kawasan Jakarta mengalami penyumbatan aliran oleh sampah. Maka dari itu membuang sampah di sungai sangat dilarang karena dapat menyebabkan banjir. Peristiwa bencana alam banjir tersebut disebut dengan banjir bandang atau banjir kiriman. Antisipasi banjir kiriman yang paling sederhana dengan cara menjaga kelestarian sungai. Pemerintah juga dapat membantu memitigasi bencana alam banjir kiriman dengan cara melebarkan sungai yang berada pada lokasi hulu. Nantinya, debit air yang ada di hulu menjadi semakin besar dan aliran menuju lokasi hilir dapat diminimalisir. Nah, artikel diatas merupakan penjelasan yang membahas tentang pengertian pendekatan geografi keruangan, ekologi, dan wilayah beserta dengan contohnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan para pelajar Indonesia. Pendekatan Geografi Spasial, Ekologi, dan Regional Beserta Contohnya – Pada dasarnya dalam sebuah peristiwa alam pasti memiliki perbedaan cara pandang pada setiap disiplin ilmu. Tak heran bila banyak perbedaan sudut pandang yang ada di suatu persamaan peristiwa atau fenomena tertentu. Misalnya saja peristiwa banjir, tanah longsor, kekeringan, dan bencana alam alin. Dalam hal ini terdapat pendapat mengenai dampak dan penyebab banjir yang berbeda beda dari ahli ekonomi, ahli geografi dan ahli kedokteran. Ilmu geografi ialah kedisiplinan ilmu yang menjelaskan tentang fenomena geoster dan gejala alam di muka bumi. Dalam hal ini terdapat pengertian geografi menurut para ahli yaitu hal hal yang berhubungan dengan interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya beserta kehidupan manusia dan alam sekitarnya. Pendekatan Secara Geografi Pada umumnya ruang lingkup geografi dapat dibagi menjadi beberapa macam seperti geografi regional, geografi fisik dan geografi sosial. Dalam ilmu geografi tersebut terdapat beberapa metode atau langkah khusus untuk mempelajarinya. Langkah ini dinamakan dengan pendekatan dalam ilmu geografi. Masalahnya, tak semua siswa paham apa itu pendekatan geografi yang notabenya diajarkan di sekolah. Dalam ilmu geografi ini memang menggunakan berbagai jenis pendekatan berdasarkan prinsipnya seperti deskripsi, korologi, dan distribusi. Seperti yang telah kita ketahui bahwa ilmu geografi merupakan ilmu mengenai fenomena geoster dan gejala alam di muka bumi. Dalam ilmu tersebut terdapat berbagai hal yang berhubungan dengan interaksi dan kehidupan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Dalam geografi tersebut terdapat pengertian pendekatan yang termasuk di dalamnya. Apakah kalian sudah memiliki gambaran? kalau belum maka simaklah artikel di bawah sampai selesai. Geografi menjadi mata pelajaran yang menurut saya cukup kompleks karena berisi banyak teori membingungkan. Cakupan materinya pun terbilang lumayan luas karena menyangkut berbagai kejadian serta fenomena alam sekitar. Tak jarang siswa mengeluh sulit menghafalkan materi tersebut hingga terpaksa harus mencari tambahan referensi dari internet. Ketika duduk di bangku sekolah menengah guru biasanya akan mulai membahas tentang pendekatan geografi. Cabang ilmu pengetahuan ini memegang peran penting yang dapat membantu kita menganalisa berbagai fenomena alam. Inilah alasan mengapa guru selalu menyampaikannya secara intensif. Ada tiga sudut pandang yang dapat kalian ambil yakni spasial, regional, dan yang terakhir adalah ekologi. Masing-masing tentu memiliki pengertian serta contoh berbeda di sekitar kita. Saat ujian berlangsung ketiganya sudah pasti muncul sebagai butir soal yang sulit untuk dijawab. Tak jarang siswa mengeluh bila diminta menyebutkan contoh pendekatan spasial, atau dua lainnya. Berkaca dari masalah di atas akhirnya mendorong saya kembali ingin membahas cabang ilmu pengetahuan sosial ini. Sebelum beranjak melihat contoh pendekata ekologi, regional, dan spasial. Alangkah baiknya semua siswa memahami apa itu pendekatan geografi terlebih dulu. Pengertian Pendekatan Geografi Pengertian pendekatan dalam geografi ialah sebuah metodologi dan langkah khusus untuk memahami dan menganalisa berbagai fenomena atau gejala geoster. Khususnya hubungan interaksi makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Kita tahu bahwa pembagian ruang lingkup geografi dapat berupa geografi regional, geografi ekologi dan geografi sosial. Dalam hal ini pendekaran secara geografis dikenal sebagai ilmu geografi yang mencakup metode pembelajaran dan langkah khusus di dalamnya. Baca juga Peta Benua Asia Lengkap Dengan Batas Wilayah dan Negara Negaranya Kemudian dalam ilmu geografis juga menggunakan berbagai jenis pendekatan yang disesuaikan dengan prinsip geografi seperti prinsip interelasi, prinsip korologi, prinsip distribusi, dan prinsip deskripsi. Pendekatan ilmu geografi ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis seperti pendekatan spasial pendekatan keruangan, pendekatan ekologi pendekatan lingkungan, dan pendekatan regional pendekatan kompleks wilayah. Adapun penjelasan mengenai masing masing pengertian dan contoh pendekatan geografi di bawah. Pendekatan Geografi Spasial Pendekatan spasial sangat berhubungan erat dengan bidang ilmu keruangan. Pengertian pendekatan spasial ialah pendekatan dalam geografi yang cukup khas karena dijadikan studi dalam keberagaman ruang muka bumi disetiap aspek keruangannya yang sudah ditelaah. Peneliti melakukan pendekatan tersebut dengan cara mengkaji perbedaan dan persamaan melalui aspek keruangan di sebuah fenomena geosfer. Selain itu dalam pendekatan tersebut juga terdapat beberapa unsur spasial dan ruang geografi seperti faktor kondisi alam, sosial budaya dan lokasi masyarakatnya. Kemudian dalam jenis pendekatan geografi ini juga terdapat interelasi, interaksi dan persebaran atau distribusi yang diperhatikan pula oleh penelitinya. Pada akhirnya manusia berharap manfaat yang diperoleh dengan pendekatan ini berhubungan dengan aspek klimatologi, aspek hidrologi dan aspek pedologi yang baik. Jenis pendekatan ini tentunya memiliki contoh di dalamnya. Apa contoh pendekatan keruangan itu? Contoh pendekatan spasial dapat dilihat pada harga sebidang tanah yang mahal karena letaknya strategis dan tanahnya cukup subur. Berdasarkan penilaian peneliti tersebut menjelaskan bahwa tanah memiliki nilai ruangan berupa letak strategis dan produktivitas pertaniannya yang baik. Baca juga Cara Membuat Peta Wilayah Dengan Menggunakan Kompas Terlengkap Pendekatan Geografi Ekologi Pendekatan ekologi sebenarnya memiliki istilah lain yang sering dikaitkan dengan lingkungan. Pengertian pendekatan ekologi adalah interelasi pada makhluk hidup dengan lingkungannya yang paling menonjol. Dalam pendekatan ini menggunakan prinsip ilmu biologi. Pendekatan lingkungan dilakukan untuk meneliti fenomena geoster pada interaksi organisme dan lingkungan dengan cara memperhatikannya. Pendekatan ekologi meneliti beberapa aspek didalamnya seperti aspek sosial non fisik dan aspek alamiah interaksi komponen fisikal. Kemudian jenis pendekatan geografi ini juga mengarah pada perubahan fenomena lingkungan dan perilaku organisme yang terjadi tanpa adanya hubungan sehingga lebih mandiri. Bagaimana bentuk contoh pendekatan lingkungan itu? Contoh pendekatan ekologi dapat terlihat disebuah wilayah atau tempat yang terkena fenomena banjir. Dengan pendekatan ekologi ini, kita dapat mengidentifikasi fenomena tersebut sehingga analisa yang dihasilkan dapat menjadi solusi masalah yang terkait di dalamnya. Pelaksanaan identifikasi ini dapat berupa identifikasi perilaku dan sikap masyarakat, analisis interaksi serta identifikasi kondisi fisik. Untuk mengidentifikasi fenomena tersebut dapat melakukan identifikasi fisik terlebih dahulu untuk mengetahui keadaan lingkungan secara fisik yang mendorong peristiwa banjir. Langkah berikutnya ialah melakukan identifikasi perilaku dan sikap masyarakat sehingga perilaku dan sikap masyarakatnya dapat ditemukan di lokasi banjir. Setelah itu analisa interaksi ekologinya dilakukan untuk menemukan pemecahan masalah alternatif dalam hubungan identifikasi sikap dan fisiknya. Baca juga Keterkaitan Sarana Transportasi Dengan Aglomerasi Industri Lengkap Pendekatan Geografi Regional Jenis pendekatan geografi yang terakhir adalah regional atau biasa disebut sebagai komplek wilayah. Pengertian pendekatan regional adalah pendekatan yang menggabungkan pendekatan spasial dengan pendekatan ekologi. Pendekatan ini dilaksanakan melalui berbagai kawasan di muka bumi yang dibandingkan secara komprehensi dengan aspek lingkungan dan keruangan. Analisis yang dilakukan dalam pendekatan ini cenderung mengarah pada perbedaan karakteristik dan diferensiasi areal pada masing masing wilayah bumi. Dengan begitu interaksi di wilayah yang satu dan lainnya dapat terdorong. Hingga pada akhirnya akan terbentuk disiplin ilmu kartografi yang mempelajari tentang pendekatan studi wilayah dengan hasil berupa peta. Contoh pendekatan regional dapat terlihat dalam bentuk karakteristik wilayah di sebuah bangunan atau rumah yang dibangun. Misalnya saja di dekat pantai atau rawan banjir akan dilakukan pembangunan rumah, maka untuk mengantisipasi adanya pasang air laut atau banjir tersebut dibuatlah pondasi rumah yang tinggi. Sekian penjelasan mengenai pengertian pendekatan geografi dan contoh, baik pendekatan spasial, pendekatan ekologi maupun pendekatan regional. Pendekatan secara geografi ialah sebuah metodologi dan langkah khusus untuk memahami dan menganalisa berbagai fenomena atau gejala geoster, khususnya hubungan interaksi makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini. Geografi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang hubungan dan perbedaan antar ruang di planet Bumi. Bahkan dalam pendekatannya terdapat tiga cara yakni pendekatan spasial, pendekatan ekologi lingkungan, dan pendekatan regional kompleks wilayah.Sebelum membahas hubungan antara geografi dan ilmu ekologi, kita perlu mengenal lebih jauh tentang geografi itu sendiri. Dalam mempelajari geografi terdapat dua objek bahasan yang harus diketahui yakni objek material dan objek objek material membahas hal yang berhubungan dengan geosfer, meliputi benda mati dan makhluk hidup yang ada di dalam bumi beserta lingkungannya. Geosfer sendiri tersusun atas lima lapisan yakni atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer, dan juga untuk objek formal pembahasan mengenai cara pandang manusia dan segala material yang ada di Bumi. Cara pandang ini disertai dengan cara berpikir serta melakukan analisa terhadap material menggunakan analisis. Analisis yang diterapkan berupa analisis lingkungan, analisis kewilayahan, dan analisis Apa Hubungan Antara Geografi Dan Ilmu Ekologi?Mempelajari geografi tidak serta merta mempelajari hubungan yang berada di Bumi saja. Terdapat ilmu-ilmu penunjang yang diperlukan salah satunya yakni ilmu merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya serta lingkungan sekitar. Dalam hal ini ekologi dijadikan sebagai ilmu dasar untuk mempelajari interaksi di dalam dalam ekologi terdapat dua jenis komponen yang terlibat yakni komponen biotik dan abiotik. Keduanya menciptakan hubungan yang saling terkait sebagai komponen penyusun asas-asas ekologi digunakan untuk menganalisis lingkungan hidup manusia, pertambahan penduduk, peningkatan produksi makanan, erosi, banjir, penghijauan, pelestarian plasma nutfah dan hewan langka, hingga pencemaran yang telah disinggung sebelumnya, salah satu komponen penyusun di dalam ekologi yakni komponen abiotik. Komponen ini merupakan penyusun ekosistem dalam bentuk benda-benda tak hidup misal udara, cahaya, air, suhu, kelembaban, atmosfer, tanah, batu, dan lain komponen abiotik tersebut tentu memiliki hubungan yang sangat erat dengan geografi. Karena pada dasarnya geografi bersifat fokus terhadap manusia, sehingga manusia dan kegiatannya selalu menjadi fokus analisis dan selalu berkaitan dengan lingkungan biotik, abiotik dan lingkungan sosial, ekonomi, dan ekologi di dalam geografi mempunyai empat temaHuman Behavior – Environment AnalysisYakni perilaku manusia baik berupa sosial, ekonomi, perilaku budaya dan politik, baik yang dilakukan oleh seseorang ataupun Activity – Environment AnalysisDalam hal ini latar belakang perilaku bukan menjadi pembahasan inti, namun kegiatan manusialah yang menjadi Natural Features – Environment AnalysisTema ini lebih menekankan kepada ketertarikan antara kenampakan fisikal alami dengan elemen-elemen Artificial Features – Environment AnalysisPendekatan dilakukan dengan menekankan pada kenampakan fisikal buatan manusia dengan elemen-elemen ekologi sangat berguna untuk memahami cara kerja yang dimiliki oleh alam yang berkaitan dengan geografi. Alam bekerja dengan sangat rumit dan teratur, namun dengan adanya ekologi mempelajari alam dapat dengan mudah, sebab ekologi berperan untuk menyelidiki, mempertanyakan, dan memahami tentang bagaimana alam bekerja secara di dalam ekologi juga diberitahukan mengenai keberadaan makhluk hidup dan kebutuhannya di dalam sistem kehidupan yang telah terbentuk pada suatu habitat. Seperti yang diketahui di dalam suatu habitat terdapat ilmu dasar mengenai pelestarian lingkungan dan peran lingkungan sebagai sumber kehidupan bagi dapat disimpulkan jika mempelajari geografi sangat erat kaitannya dengan ilmu pendukung salah satunya yakni ilmu ekologi. Jakarta - Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi. Dalam mengkaji objek-objek geografi, dibutuhkan suatu hal untuk memahaminya lebih dalam atau yang disebut dengan pendekatan adalah suatu cara untuk memperoleh pemahaman secara mudah dalam memahami sesuatu. Untuk mempelajari geografi, pendekatan yang digunakan meliputi; pendekatan keruangan, ekologi, historis, dan pendekatan siswa kerap bingung membedakan antara pendekatan keruangan dengan ekologi. Sebab, kedua pendekatan ini hampir mirip. Agar lebih jelas, simak penjelasan di bawah Pendekatan Keruangan Spatial ApproachPendekatan keruangan adalah pendekatan yang menganalisis gejala-gejala atau fenomena geografis berdasarkan penyebarannya dalam adalah seluruh atau sebagian dari permukaan bumi yang menjadi tempat hidup tumbuhan, hewan dan Buku Mengenal Geografi untuk Kehidupan Paket C Setara SMA/MA oleh Kemdikbud, pendekatan keruangan mendasarkan sudut pandangnya pada persamaan dan perbedaan struktur, pola, dan proses dalam suatu ruang. Berkaitan dengan unsur pembentuk ruang yaitu kenampakan titik, garis, dan Terbentuknya wilayah gunung berapi karena aktivitas vulkanisme2. Pendekatan Kelingkungan atau Ekologis Ecological ApproachPendekatan keruangan atau ekologis adalah pendekatan yang menganalisis keterkaitan antara fenomena geosfer tertentu dengan variabel lingkungan yang sendiri adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme hidup dan geografi ini tidak hanya mendasarkan pada interaksi organisme dengan lingkungan, tetapi juga dikaitkan dengan fenomena yang ada serta perilaku manusia. Interelasi keduanya inilah yang menjadi ciri khas pendekatan dua pengaruh yaitu pengaruh kegiatan manusia terhadap lingkungan dan pengaruh fenomena alam terhadap manusia yang tinggal di daerah pegunungan akan memiliki aktivitas yang berbeda dengan manusia yang tinggal di pesisir Perbedaan Pendekatan Keruangan dan Ekologi?Pendekatan keruangan dan ekologi memiliki fokus yang berbeda. Pada pendekatan keruangan, ahli geografi akan berfokus pada objek geografi serta sebab akibatnya dalam ruang pendekatan ekologi, akan berfokus pada aktivitas manusia yang mempengaruhi lingkungan contoh, jika ingin membahas banjir melalui pendekatan keruangan, kamu bisa membahas tentang naiknya curah hujan menyebabkan jika kamu ingin membahas dengan pendekatan ekologi, maka kamu akan membahas penyebab buang sampah sembarangan warga sebagai penyebab banjir pendekatan keruangan akan berfokus pada interaksi objek geografi dalam suatu ruang, sedangkan pendekatan ekologis akan berfokus pada bagaimana aktivitas manusia mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Simak Video "Survei Capres IPS Prabowo di Atas Ganjar-Anies" [GambasVideo 20detik] nir/faz 3 Pendekatan Geografi Pengertian, Jenis, dan ContohnyaA. Pengertian Pendekatan GeografiB. Jenis-jenis Pendekatan Geografi1. Pendekatan Keruangan Spatial ApproachCiri Pendekatan KeruanganContoh Pendekatan Keruangan2. Pendekatan Kelingkungan Ecological approachCiri Pendekatan KelingkunganContoh Pendekatan Kelingkungan3. Pendekatan Kewilayahan/Kompleks Wilayah Regional ApproachCiri Pendekatan Kewilayahan/Kompleks WilayahContoh Pendekatan Kewilayahan/Kompleks WilayahC. Contoh Soal Pendekatan Geografi1. Soal SNMPTN 20112. Soal SPMB 20033. Soal SIMAK UI 20134. Soal UN 20195. Soal UN 20176. Soal UN 20167. Soal UN 20158. Soal UN 20149. Soal UN 201410. Soal UN 201311. Soal UN 201212. Soal UN 201113. Soal UN 200914. Soal UN 200815. Soal UN 2008 A. Pengertian Pendekatan Geografi Pendekatan Geografi geographical approach adalah sudut pandang dalam mengkaji atau mempelajari fenomena geosfer. Kita juga dapat menyebut pendekatan sebagai objek formal. Setiap disiplin ilmu memiliki pendekatan atau objek formalnya masing-masing. Disiplin Ilmu Ekonomi akan mengkaji suatu fenomena atau permasalahan dari sudut pandang pemenuhan kebutuhan, Ilmu Sejarah akan mengkaji suatu topik dari sudut pandang kejadian di masa lampau dan menekankan pada kronologis, sedangkan Geografi pendekatannya selalu berkaitan dengan ruang tempat. Dari semua kata tanya what, who, where, when, why, dan how 5W 1H yang membedakan Geografi dengan disiplin ilmu lainnya adalah penekanan pada kata tanya where di mana. Ilmu Geografi selalu mengkaji suatu topik B. Jenis-jenis Pendekatan Geografi Geografi memiliki tiga pendekatan, yaitu 1. Pendekatan Keruangan Spatial Approach Objek formal atau pendekatan ini mengkaji fenomena geosfer dengan melihat pada ruang atau tempatnya. Pendekatan keruangan mempelajari masalah yang penyebabnya muncul dari tempat itu sendiri dari alam. Ciri Pendekatan Keruangan Pendekatan ini mengkaji fenomena geosfer yang terjadi secara alami, bukan karena campur tangan manusia. Pendekatan spasial adalah nama lain dari pendekatan keruangan. Contoh Pendekatan Keruangan Wilayah Indonesia merupakan pertemuan tiga lempeng besar sehingga sering terjadi gempa bumi. Gempa kuat yang terjadi di dasar Samudera Hindia menyebabkan terjadinya tsunami. Erupsi Gunung Merapi menyebabkan daerah sekitarnya tertutup abu vulkanik yang tebal. 2. Pendekatan Kelingkungan Ecological approach Pendekatan ini disebut juga ekologi. Pendekatan ekologi mengkaji fenomena geosfer dengan mengamati interaksi antara makhluk hidup dengan tempat tinggal atau lingkungannya. Masalah seperti pencemaran, banjir, dan tanah longsor menjadi bahasan dalam pendekatan ini. Kita dapat mengatakan pendekatan kelingkungan mempelajari masalah yang penyebabnya muncul karena manusia. Ciri Pendekatan Kelingkungan Membahas fenomena geosfer yang penyebabnya muncul oleh sebab perbuatan manusia. Contoh Pendekatan Kelingkungan Karena tidak disiplin dalam mengelola drainase dan sampah, maka kota X sering mengalami banjir. Penebangan pohon di hutan sekitar hulu sungai menjadi penyebab terjadinya longsor. Akibat kelalaian para pekerja di dalam hutan, terjadilah kebakaran besar yang menghanguskan berhektar-hektar hutan. 3. Pendekatan Kewilayahan/Kompleks Wilayah Regional Approach Pendekatan ini merupakan gabungan antara pendekatan keruangan dengan pendekatan kelingkungan. Para ahli geografi menyebut pendekatan ini kompleks wilayah karena mengkaji masalah yang lebih rumit daripada pendekatan-pendekatan lain sebelumnya di atas. Ciri Pendekatan Kewilayahan/Kompleks Wilayah Mengkaji fenomena geosfer yang penyebabnya kombinasi dari kejadian alami kemudian ada perbuatan manusia gabungan keruangan dan kelingkungan. Mengkaji masalah yang rumit kompleks. Biasanya melibatkan lebih dari satu tempat atau wilayah. Contoh Pendekatan Kewilayahan/Kompleks Wilayah Pengelolaan daerah aliran sungai yang kurang terpadu antara pemerintah Jawa Barat dan DKI Jakarta menyebabkan banjir di Jadetabek dan sekitarnya. Setiap hari kemacetan di Jakarta disumbang oleh warganya sendiri dan juga masyarakat suburban yang tinggal di Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pembangunan daerah-daerah di Indonesia yang hanya berpusat di beberapa lokasi saja menyebabkan persebaran kepadatan penduduk yang tidak merata. C. Contoh Soal Pendekatan Geografi 1. Soal SNMPTN 2011 Contoh penerapan analisis spasial dalam kegiatan pembangunan adalah …. A pengelolaan bencana banjir daerah hilir melalui penghijauan daerah hulu B penanggulangan bencana gempa bumi dengan bangunan tahan gempa C pengentasan kemiskinan penduduk melalui peningkatan pendapatan D peningkatan kesejahteraan penduduk melalui penyediaan lapangan kerja E pengendalian perubahan penggunaan lahan melalui penerapan peraturan daerah Pembahasan Analisis spasial pendekatan keruangan adalah sudut pandang dalam mempelajari fenomena geosfer yang munculnya dari tempat ruang itu sendiri. Dengan kata lain penyebabnya adalah sesuatu yang alami. Pendekatan keruangan biasanya tidak jauh dari pembahasan tentang gempa bumi, gunung, meletus, tsunami dan fenomena geosfer lainnya yang penyebabnya alam. Maka dari lima pilihan jawaban yang tersedia yang paling tepat adalah B penanggulangan bencana gempa bumi dengan bangunan tahan gempa. 2. Soal SPMB 2003 Analisis di bidang geografi yang berlandaskan pada pendekatan ekosistem disebut analisis …. A tetangga terdekat B ekologi C regional D keruangan E statistik Pembahasan Ekosistem artinya adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Berbicara tentang ekosistem berarti berbicara tentang lingkungan. Pendekatan atau analisis geografi yang paling tepat adalah B ekologi. 3. Soal SIMAK UI 2013 Penduduk wilayah pesisir memiliki cara hidup yang berbeda dengan penduduk di pegunungan. Mata pencaharian mereka berbeda, demikian juga cara mereka berpakaian. Sumber daya yang menjadi pendukung kehidupan mereka pun berbeda. Bentuk analisis yang dilakukan untuk mengkaji perbedaan suatu tempat dalam ilmu geografi dikenal sebagai …. A analisis keruangan B analisis kewilayahan C analisis kelingkungan D analisis tematik E analisis ekosistem Pembahasan Soal tersebut membicarakan perbedaan suatu tempat dengan tempat lainnya. Dengan merujuk ke penjelasan tiga pendekatan geografi pada materi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa jawaban yang paling tepat adalah A analisis keruangan. 4. Soal UN 2019 Angka pertumbuhan penduduk Kota Surabaya yang tinggi berdampak di wilayah sekitar. Salah satu yang terdampak yaitu Kabupaten Sidoarjo yang dihubungkan oleh jalan raya kelas I, sehingga menjadikan wilayah tersebut sebagai penyangga bagi Kota Surabaya. Pendekatan Geografi yang sesuai untuk mengkaji fenomena tersebut adalah …. A pendekatan kelingkungan B pendekatan topik C pendekatan kompleks wilayah D pendekatan aktivitas manusia E pendekatan keruangan Pembahasan Masalah yang diangkat pada soal tersebut adalah pertumbuhan penduduk Kota Surabaya yang berdampak pada wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Sidoarjo. Dengan merujuk pada materi di atas, kita dapat temukan salah satu ciri pendekatan kompleks wilayah pada masalah ini. Ciri tersebut adalah melibatkan lebih dari satu tempat atau wilayah. Pendekatan Geografi yang paling tepat untuk mengkaji masalah ini adalah C pendekatan kompleks wilayah. 5. Soal UN 2017 Perluasan perkebunan kelapa sawit dengan membakar lahan gambut di wilayah Riau berdampak buruk yang mengakibatkan kebakaran hutan dan gangguan asap di beberapa provinsi tetangganya. Pendekatan geografi yang sesuai dengan fenomena tersebut adalah …. A pendekatan kompleks wilayah B pendekatan ekologi C pendekatan spasial D pendekatan keruangan E pendekatan lingkungan Pembahasan Topik yang menjadi permasalahan pada soal ini mirip dengan soal nomor 4. Kemiripannya adalah sama-sama membahas fenomena yang melibatkan lebih dari satu tempat atau wilayah. Kalau kita jeli mengamatinya, maka soal ini akan terlihat sangat mudah. Saking mudahnya bahkan bisa dijawab tanpa membaca kalimat soal. Loh, kok bisa? Jelas bisa. Coba perhatikan lima pilihan jawaban di atas! A pendekatan kompleks wilayah B pendekatan ekologi C pendekatan spasial D pendekatan keruangan E pendekatan lingkungan Pilihan jawaban B pendekatan ekologi memiliki makna yang sama dengan E pendekatan kelingkungan, sehingga kita tidak bisa memilih B ataupun E. Kemudian pilihan jawaban C pendekatan spasial semakna dengan D pendekatan keruangan, jadi kita pun tidak bisa memilih C ataupun D. Jawaban yang paling tempat adalah A pendekatan kompleks wilayah. 6. Soal UN 2016 Hujan yang terjadi terus-menerus di kawasan puncak Gunung Merapi, Jawa Tengah mengakibatkan terjadinya banjir lahar dingin yang melanda beberapa desa di lereng gunung. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji gejala tersebut adalah …. A pendekatan keruangan B pendekatan kelingkungan C pendekatan kompleks wilayah D pendekatan kewilayahan E pendekatan korologis Pembahasan Kita harus melihat soal ini lebih jeli daripada soal sebelumnya. Soal ini menyatakan “melanda beberapa desa”. Pernyataan ini tidak serta merta membuat jawabannya menjadi pendekatan kompleks wilayah. Kemudian perhatikan, ada dua pilihan jawaban yang semakna. Pilihan C pendekatan kompleks wilayah dan pilihan D pendekatan kewilayahan adalah pernyataan yang artinya sama. Maka kita tidak bisa memilih satupun dari kedua pilihan tersebut. Kita perlu mengetahui bahwa korologis bukanlah bagian dari pendekatan geografi, melainkan salah satu dari prinsip geografi. Soal menceritakan fenomena geosfer yang mengarah pada peristiwa yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia. Pilihan jawaban yang tepat adalah A pendekatan keruangan. 7. Soal UN 2015 Lalulintas di daerah perkotaan sering macet terutama pada musim hujan. Jalan banyak yang terendam air disebabkan curah hujan tinggi, banjir kiriman dari daerah sekitarnya, persentase pertambahan kendaraan lebih besar jika dibandingkan dengan pertambahan jalan, serta permukiman kumuh di pinggir-pinggir sungai. Pendekatan geografi untuk mengkaji masalah tersebut adalah …. A pendekatan keruangan B pendekatan kompleks wilayah C pendekatan interrelasi D pendekatan kelingkungan E pendekatan keterkaitan keruangan Pembahasan Sebelum membahas lebih jauh, kita bisa mengeliminasi terlebih dahulu jawaban yang sudah pasti salah. A pendekatan keruangan B pendekatan kompleks wilayah C pendekatan interrelasi ❌ → interelasi adalah salah satu dari prinsip geografi, bukan pendekatan geografi D pendekatan kelingkungan E pendekatan keterkaitan keruangan ❌ → keterkaitan keruangan adalah salah satu dari konsep esensial geografi, bukan pendekatan geografi Dilihat dari kalimat soal kita bisa temukan bahwa membahas permasalahan yang rumit kompleks masalah yang muncul adalah akibat dari fenomena alam ditambah dengan perbuatan manusia melibatkan lebih dari satu wilayah Maka jawaban yang tepat adalah B pendekatan kompleks wilayah 8. Soal UN 2014 Hujan deras yang mengguyur kota Medan beberapa waktu lalu mengakibatkan banjir di beberapa lokasi kota tersebut. Pendekatan yang diperlukan untuk mengkaji permasalahan tersebut adalah …. A pendekatan ekologi B pendekatan sejarah C pendekatan komplek wilayah D pendekatan deskripsi E pendekatan keruangan Pembahasan Jawaban yang sudah pasti salah kita eliminasi terlebih dahulu A pendekatan ekologi B pendekatan sejarah ❌ → tidak ada istilah pendekatan sejarah dalam pelajaran kita di bab ini C pendekatan komplek wilayah D pendekatan deskripsi ❌ → deskripsi adalah salah satu dari prinsip geografi, bukan pendekatan geografi E pendekatan keruangan Meskipun kalimat soal menyatakan “…di beberapa lokasi kota tersebut”, namun tidak serta merta membuat jawabannya adalah pendekatan kompleks wilayah. Kita tidak menemukan ciri-ciri pendekatan kewilayahan/kompleks wilayah pada soal ini. Hujan deras adalah fenomena geosfer yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia. Maka jawaban yang tepat adalah E pendekatan keruangan. 9. Soal UN 2014 Alih fungsi lahan untuk permukiman, vila, resort, dan hotel di wilayah Bogor dan Bandung menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Jakarta. Pendekatan geografi yang tepat untuk mengatasi banjir di Jakarta adalah …. A pendekatan ekologi B pendekatan kronologi C pendekatan keruangan D pendekatan kewilayahan E pendekatan spasial Pembahasan Kita dapat mengeliminasi pilihan jawaban B pendekatan kronologi. Karena memang tidak ada yang namanya pendekatan kronologi dalam bab yang sedang kita pelajari. Kemudian perhatikan pilihan jawaban C dan E. Pendekatan keruangan dan pendekatan spasial adalah sama, maka kita tidak dapat memilih keduanya. Alih fungsi lahan menyebabkan banjir, berarti manusia yang menyebabkan fenomena tersebut terjadi. Kemudian yang terlibat dalam permasalahan ini lebih dari satu wilayah, sehingga pendekatan geografi yang digunakan adalah kewilayahan. 10. Soal UN 2013 Kebakaran hutan yang terjadi di pulau Sumatera menyebabkan berbagai permasalahan seperti gangguan pernapasan, jarak pandang yang terbatas bagi penduduk Sumatera bahkan Malaysia dan Singapura. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah …. A pendekatan keruangan B pendekatan topik C pendekatan aktivitas manusia D pendekatan kelingkungan E pendekatan kompeks wilayah Pembahasan Pada kalimat soal ini dapat kita temukan ciri-ciri Masalah yang kita temukan adalah masalah yang rumit kompleks Melibatkan lebih dari satu tempat/wilayah Maka jawaban yang tepat adalah E pendekatan kompleks wilayah. 11. Soal UN 2012 Angin puting beliung yang melanda wilayah Solo dan Yogyakarta beberapa waktu yang lalu, merusak rumah-rumah warga dan perkantoran di daerah tersebut. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah …. A pendekatan ekologi B pendekatan keruangan C pendekatan kompleks wilayah D pendekatan korologi E pendekatan regional Pembahasan Sebelum membahas lebih lanjut, kita dapat mengeliminasi beberapa pilihan jawaban yang sudah pasti salah A pendekatan ekologi B pendekatan keruangan C pendekatan kompleks wilayah ❌ → lihat pilihan jawaban E regional, kita tidak bisa memilih pernyataan yang semakna D pendekatan korologi ❌ → korologi bukanlah bagian dari pendekatan geografi, melainkan prinsip geografi E pendekatan regional ❌ → lihat pilihan jawaban C pendekatan kompleks wilayah, kita tidak bisa memilih pernyataan yang semakna Kemudian, angin puting beliung adalah fenomena yang terjadi oleh sebab alam, bukan campur tangan manusia. Maka jawaban yang tepat adalah B pendekatan keruangan 12. Soal UN 2011 Daerah pantai sering dilanda banjir pasang rob. Kondisi itu dimanfaatkan penduduk untuk usaha pertambakan. Pendekatan geografi untuk menganalisis hal tersebut adalah …. A pendekatan spasial B pendekatan ekologi C pendekatan keruangan D pendekatan kelingkungan E pendekatan kewilayahan Pembahasan Kita dapat langsung menjawab soal tanpa membaca pertanyaannya berulang-ulang. Perhatikan pilihan jawaban A pendekatan spasial, ia semakna dengan C pendekatan keruangan, maka kita tidak bisa memilih keduanya. Pilihan jawaban B pendekatan ekologi semakna dengan D pendekatan kelingkungan, maka kita tidak dapat memilihnya juga. Kemudian, banjir pasang atau rob merupakan fenomena alam, dimanfaatkan untuk usaha pertambakan ini merupakan kegiatan manusia. Maka jawaban yang tepat adalah E pendekatan kewilayahan. 13. Soal UN 2009 Permukiman di sepanjang Bengawan Solo sering mengalami banjir, sehingga masyarakat membuat tanggul penahan banjir dan pada waktu banjir terjadi sering kali pemukiman ditinggal penghuninya. Pendekatan geografi untuk mempelajari peristiwa tersebut adalah …. A pendekatan keruangan B pendekatan kewilayahan C pendekatan kelingkungan D pendekatan sosial E pendekatan kemanusiaan Pembahasan Pada kalimat soal, bagian “Permukiman di sepanjang Bengawan Solo sering mengalami banjir” menunjukkan fenomena yang terjadi secara alami. Maka ini merupakan penerapan dari pendekatan keruangan. Kemudian, pada bagian “masyarakat membuat tanggul penahan banjir” menunjukkan aktivitas manusia. Maka kita dapat katakan ini merupakan penerapan dari pendekatan kelingkungan. Pendekatan keruangan bergabung dengan pendekatan kelingkungan, maka jawaban yang tepat adalah B pendekatan kewilayahan. 14. Soal UN 2008 Setiap musim penghujan di Jakarta dan sekitarnya sering terjadi banjir dan tanah longsor terutama di kawasan hilir Ciliwung. Untuk memecahkan masalah tersebut dalam studi geografi dilakukan dengan …. A pendekatan keruangan B pendekatan ekologi C pendekatan kompleks wilayah D pendekatan regionalisasi E pendekatan kewilayahan Pembahasan Pada soal ini kita dapat langsung mengeliminasi pilihan jawaban C pendekatan kompleks wilayah, D pendekatan regionalisasi, dan E pendekatan kewilayahan. Alasannya adalah ketiganya adalah pernyataan yang semakna, maka kita tidak bisa memilih satupun dari tiga pilihan tersebut. Walaupun soal ini mengangkat fenomena banjir, tetapi kita tidak dapat memilih pendekatan kelingkungan. Alasannya adalah kalimat soal tidak menyatakan penyebabnya dari ulah manusia, maka di sini kita pilih jawaban A pendekatan keruangan. 15. Soal UN 2008 Peristiwa alam seperti tanah longsor di Gunung Leuser Aceh, merupakan fenomena geosfer yang dapat dikaji melalui pendekatan geografi yang tepat adalah …. A pendekatan keruangan B pendekatan kelingkungan C pendekatan persebaran D pendekatan kewilayahan E pendekatan korologis Pembahasan Kita dapat langsung mengeliminasi pilihan jawaban C dan E karena persebaran dan korologis merupakan bagian dari prinsip geografi, bukan pendekatan geografi. Soal ini menyebutkan fenomena yang terjadi secara alami, maka kita dapat memilih jawaban A pendekatan keruangan. Demikianlah pelajaran tentang pendekatan geografi, semoga bermanfaat. Baca juga Ilmu Penunjang Geografi yang Perlu Kamu Ketahui

tuliskan contoh gejala geografi yang sesuai dengan pendekatan ekologi